UNPAD Tanam 2.500 Pohon Sukun di Arjasari
KAB.BANDUNG, BEBASberita.com - Mahasiswa Fakultas Pertanian Padjadjaran (UNPAD), Bandung menanam ribuan bibit pohon Sukun di lahan UNPAD Arjasari, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan TNI, masyarakat, dan didukung Komisi IV DPR RI sebagai langkah konkret revitalisasi lahan, pelestarian lingkungan, dan penguatan pangan alternatif masa depan. Jumlah bibit sukun yang ditanam lebih dari 2.500 tangkai.
Dekan Fakultas Pertanian UNPAD menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan pertanian Arjasari. Mahasiswa diajak mengenal, berperan, dan berbuat bersama masyarakat Arjasari untuk mengembangkan pertanian dan memajukan desa.
"Dukungan semua pihak dinilai krusial agar peran mahasiswa berjalan optimal," ujar Dekan dalam keterangan pers yang diterima media.
Penanaman pohon sukun di perbatasan lahan UNPAD Arjasari diharapkan berfungsi menampung dan menahan air, menjawab tantangan perubahan iklim serta menjaga ketersediaan air bagi petani.
Praktik penanaman ini diharapkan berjalan lancar dan menjadikan sukun sebagai pangan masa depan dunia.
Sementara Wakil Rektor menegaskan, bahwa program ini penting untuk tindak lanjut. Tanaman sukun menjadi upaya revitalisasi lahan sekaligus sosialisasi pangan alternatif masa depan.
Lahan UNPAD yang luas masih perlu dioptimalkan dengan melibatkan masyarakat dalam pemanfaatannya.
Penanaman tahap awal dimulai dengan 500 pohon dari total 2.500 pohon, dan diharapkan terus berlanjut.
TNI juga diajak berpartisipasi memanfaatkan lahan untuk banyak manfaat. Sukun dapat dikonsumsi langsung sebagai makanan pokok, serta diolah menjadi tepung dan berbagai produk turunan lain.
Komisi IV DPR RI Dr. H. Dadang M Naser menyebut kegiatan ini sebagai gerakan ibadah menanam. "Pohon sukun yang berasal dari Papua dan Maluku kini digerakkan dan dikembangkan ke berbagai daerah. Komisi IV DPR RI mendukung penuh inisiatif UNPAD," katanya.
Dikesempatan itu, Dadang juga meminta mahasiswa mendorong implementasi UU No. 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta UU No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Sebanyak 30% produk pertanian dalam negeri harus masuk ke agroindustri untuk nilai tambah, seperti industri makanan, minuman, bioenergi, kosmetik.
Sukun atau Artocarpus altilis dinilai potensial menggantikan beras dan gandum karena tinggi karbohidrat, serat, vitamin, serta adaptif terhadap iklim.
"Tepung sukun diharapkan menjadi bahan makanan utama dunia di tengah ancaman pemanasan global," ungkapnya.
Kegiatan penanaman ini menjadi simbol sinergi perguruan tinggi, legislatif, TNI, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
Editor : Igoen Josef
TERPOPULER